PRABOWO YAKIN MENANG DI GUGATAN MK SETELAH PUNYA BUKTI BARU

KUBU PRABOWO YAKIN MENANG GUGATAN KE MK

Prabowo dan Sandiaga Uno

Gilabandar.com

Tim Hukum Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto- Sandiaga Uno kembali menyambangi Mahkamah Konstitusi (MK) untuk melengkapi berkas perbaikan permohonan gugatan sengketa Pilpres 2019.

Tim Hukum Prabowo kembali membawa bukti baru terkait kecurangan dalam pelaksanaan Pilpres 2019.

1. Argumen Kecurangan TSM di Pilpres 2019

Ketua Tim Hukum BPN Prabowo- Sandiaga Uno Bambang Widjojanto, pihaknya mencoba merumuskan terkait terjadinya kecurangan yang bisa dikualifikasi sebagai terstruktur, sistematik, dan masif.

Ada berbagai argumen diajukan di situ, dan beberapa alat bukti yang menjadi pendukung untuk menjelaskan hal itu.

Selain itu, dia meminta, MK bekerja sesuai dengan hukum. Sesuai dengan Pasal 22 e ayat 1 UUD 1945 yang mengatakan, proses Pemilu harus dilakukan secara luber dan jurdil. Sehingga hukum harus berpijak dan berpucuk pada kedaulatan rakyat.

2. Ketidaknetralan Aparatur Negara

Kubu Prabowo telah menyerahkan bukti-bukti ke MK. Salah satunya bukti terkait ketidaknetralan aparatur negara. Dalam salinan permohonan perselisihan hasil Pemilu presiden dan wakil presiden yang di terima merdeka.com, salah satu bukti ketidaknetralan polisi adalah adanya pengakuan dari mantan Kapolsek Pasirwangi, Kabupaten Garut, AKP Sulman Aziz yang mengaku diperintahkan untuk menggalang dukungan kepada paslon nomor urut 01.

3. Daftar Pemilih Tetap Tidak Masuk Akal

Kubu Prabowo juga mengaku memiliki bukti terkait daftar pemilih tetap (DPT) yang tidak masuk akal. Salah satunya banyak data yang memiliki tanggal lahir sama berjumlah 17,5 juta orang.

Kemudian ditemukan kekacauan input data pada situng KPU yang mengakibatkan terjadinya ketidaksesuaian data dengan data yang terdapat pada C1 yang dipindai KPU.

4. Masukkan Bukti Tambahan

Tim Hukum Prabowo-Sandiaga membawa sejumlah bukti perbaikan ke Mahkamah Konstitusi (MK). Salah satunya dugaan maladministrasi calon wakil presiden nomor urut 01, Ma’ruf Amin. Tim hukum Prabowo- Sandiaga Uno mempermasalahkan posisi Ma’ruf Amin sebagai Ketua Dewan Pengawas Syariah di Bank Syariah Mandiri (BSM) dan BNI Syariah.

Join : Aslibandar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *