SEKIAN LAMA BURON PRADA DERI DI BEKUK TERKAIT MUTILASI FERA OKTARIA

PRADA DERI BERHASIL DI BEKUK DI BANTEN SETELAH BURON 3 BULAN

Prada Deri saat di bekuk Denpom Sriwijaya

Gilabandar.com

Prada Deri Pramana, pelaku pembunuhan serta mutilasi Fera Oktaria (20) ditangkap. Prada Deri akui sempat berhubungan badan dengan sang pacar sebelum membunuh.

“Sementara ini hasil pemeriksaan awal, dia udah pacaran mulai SMA dan orang tua saling menyetujui. Mengapa ia tega, karena Deri inj kalut, masih pendidikan diminta menikahi,” terang Kapendam II Sriwijaya, Kolonel Inf Djohan Darmawan di Pomdam, Jumat (14/6/2019).

Tidak hanya itu saja, Deri pun mengaku panik saat Fera meminta untuk dinikahi. Bahkan saat itu Fera mengaku sedang hamil akibat hubungan badan dengan Prada Deri.

Sementara melihat kondisi tubuh korban yang ditemukan dalam kondisi telanjang, Deri mengakui sebelum pembunuhan itu mereka sempat berhubungan badan.

“Fera sempat mengaku hamil, tapi kami belum mendapatkan bukti-bukti korban hamil. Ya pengakuan sementara oknum ini sempat berhubungan badan sebelum melakukan itu (pembunuhan),” katanya.

Dari pengakuan korban dan permintaan menikah itulah, keduanya cekcok dalam kamar hotel. Fera disekap dan akhirnya meninggal dunia.

“Prosesnya singkat, setelah dibekap Fera meninggal. Setelah tahu meninggal dunia, Deri cari alat untuk menghilangkan jejak,” kata Djohan.

Deri pun kabur ke Lampung dengan bus, di perjalanan dia bertemu dengan salah satu penumpang. Deri mengaku jika dia ingin belajar agama dan diarahkan pergi ke salah satu Padepokan di Banten.

Kemarin, keberadaan Prada Deri mulai tersendus Denintel Kodam II Sriwijaya. Dia ditangkap tanpa perlawanan ketika tim gabungan datang. Prada Deri pun langsung dibawa ke Mako Pomdam II Sriwijaya.

Terlihat Prada Deri sempat digiring dari sel Pomdam dengan rompi berwarna kuning nomor 12. Deri terus menunduk ketika awak media menanyakan motif pembunuhan sadis yang dilakukannya.

Join : Aslibandar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *